Mengenal Taufiqur Rohmat sebagai siswa di Kampung Jualan

Mengenal Taufiqur Rohmat sebagai siswa di Kampung Jualan - Halo sahabat dumay semua, semoga selalu sehat dan mendapatkan ridho-Nya. Amin.... Syukur alhamdulillah marilah kita panjatkan kehadirat-Nya. Yang dikarenakan-Nya sehingga hari ini aku dapat menuangkan segala untaian kata ke dalam blog mini nan sederhana ini sebagai postingan yang pertama. Namun bagaimanapun juga semoga di dalam ke-mini-an dan kesederhanan blog ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang berkunjung maupun membacanya.

Sebelumnya saya mengucapkan mohon maaf jikalau ada kesalahan maupun khilaf yang terdapat dari blog maupun tulisan ini. Pada kali ini biarlah diri ini sebagai penulis sekaligus sebagai pembuat dari blog ini memperkenalkan diri. Perkenlakan nama lengkap saya ialah Taufiqur Rohmat. Lazimnya dipanggil Taufiq, tapi lebih sering "Topik", namun kadangkala juga ada yang memanggil Rohmat jikalau dalam suatu lingkungan tersebut ternyata juga terdapat orang yang bernama sama.




Saya lahir di Kediri Jawa Timur tepatnya pada bulan maret 1993 sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara. Jika anda menghitung umurku pastilah  pada tahun ini usiaku sudah menginjak "seperempat abad". Ya... itu benar, sebuah usia yang sudah terhitung banyak alias "tua", apalagi jika disandarkan akan kata "abad" XD . Tempat kelahiran saya tepatnya di Desa Ngasem dahulu desa ini masuk pada kecamatan Gampengrejo, namun sekarang masuk ke dalam kecamatan Ngasem. Hal itu dekarenakan adanya pemekaran Kabupaten Kediri pada tahun 2009. Yang semula hanya ada 23 kecamatan sekarang menjadi 26 kecamatan. Walau aku dilahirkan di Desa Ngasem namun masa kecilku hingga SMP aku bertempat tinggal di Desa Doko. Kemudian sejak SMP sampai sekarang di Desa Karangrejo. Kedua Desa tersebut (Ds Doko dan Ds Karangrejo) masih satu kecamatan dan juga bernasib sama seperti Desa Ngasem dimana aku dilahirkan.

Kehidupanku memanglah sederhana, pagi masuk sekolah dan sore masuk TPA di masjid dekat rumah. SD dimana diriku bersekolah berada di SDN Banjaran 1 Kota Kediri. Setelah dari SD tersebut, alhamdulillah masuk kesalah satu SMP favorit di Kota Kediri. Namun jangan dikira jikalau saya ini anak yang pandai ataupun cerdas. Masuknya diriku kesana lebih karena beruntung, Yah... karena saat itu aku masuk kedalam daftar yang diterima, namun berada pada urutan nomor 5 dari bawah (saat itu masuk SMP memakai Tes). Benar, anda tidak salah baca :D "dari bawah". Pada saat itu andai tidak diterima disitu entah aku akan sekolah dimana dan bagaimana pula nasib aku saat itu XD. Setelah dari masa SMP (dan juga nilai UAN-ku mepet) aku melanjutkannya di SMAN 3 Kota Kediri. Kalau diingat-ingat, sebenarnya aku saat itu bisa masuk ke salah satu SMA favorit anak-anak SMP saat itu. Sistem masuk SMA saat itu sebenarnya menggunakan nilai UAN sebagai patokan. Semakin tinggi nilainya semakin berpeluang diterima.

Mungkin dari pernyataanku di atas, akan timbul pertanyaan "kenapa kau bisa yakin masuk SMA favorit itu?". yah... karena saat itu (tepatnya) di sekolah favorit itu banyak calon murid (yang nilai UAN-nya mepet atau khawatir tidak diterima) yang melakukan "cut loss" besar-besaran (jika anda pernah terjun di Forex atau Saham pasti tidak asing dengan istilah itu :D). Sehingga calon siswa yang masih bertahan dan nilainya minim malah terangkat sehingga masuk kedalam daftar diterima. Mungkin keberuntunganku untuk sekolah dengan jarak tempuh yang dekat serta favorit sudah habis. Sebenarnya posisi tempat tinggalku saat itu dekat dengan sekolah tersebut sehingga tidaklah perlu bersepeda jauh-jauh (sekitar 7km). Namun walaupun begitu aku tetaplah harus bersyukur, karena dari sejarah itu aku mempunyai pengalaman dan jalan cerita hidup yang berbeda dari orang lain. 

Di masa-masa sekolah itulah banyak sekali peristiwa, kejadian, maupun kegiatan yang membuat diri ini semakin berkembang. Mulai dari kegiatan organisasi (sampai pernah diikutkan menjadi peserta lomba) sampai hobi dan kebiasaan lainnya. Hal yang kuingat jelas dan membekas ialah dimana dibelikan komputer Desktop pada saat kelas 6 SD oleh orang tua. Walaupun saat itu penggunaannya hanyalah sekedar untuk bermain game ataupun bermain PS-1 (emulator) namun pada akhirnya aku menjadi orang yang mempunyai hobi mengotak-atik komputer Desktop, baik secara Hardware dan Software. Serta juga paham akan istilah-istilahnya (walau sedikit). Tapi aku yakin inilah poin plus ku yang kumiliki, yang belum tentu orang lain memiliki walau ada juga orang lain yang mempunyainya dengan spesifikasi dan kapabilitas lebih mumpuni, daripada hanya sekedar tahu.


Prosesi memandikan komputer XD [jangan ditiru!]

Komputer pertama di keluargaku saat itu hanyalah komputer "build up" dengan prosesor Intel Celeron D (bukan pentium ya...). Sebuah spesifikasi jadul untuk era sekarang (Tapi beberapa laptop pakai seri ini kan???). Kisahku dengan komputer ini awalnya hanyalah sebagai game, kemudian untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Namun semua itu berubah ketika komputer tua bangka ini mulai rusak. Bagaikan "aku keluar dari zona nyaman" aku mencoba mengotak-atik komputer tersebut mulai dari hardware hingga softwarenya. Aku mencari segala info tentang dunia komputer melalui HP (saat itu internet HP sudah maklum) dengan biaya Rp.1/KB pernah kurasakan (coba kalau sekarang). Mau beli baru atau upgrade? itu tidak mungkin. Keluargaku mendidik cukup ketat akan hal berbau "dana". Bahkan untuk upgrade komputer dan sebagainya semua dari uang saku pribadi. Alasan komputer rusaklah yang membuatku mengeksplorasi dunia komputer hingga pernah coba-coba overclock (via bios) namun kuurungkan mengingat dampaknya juga besar. 

Kisah mengeksplorasi dunia komputer itu tersendat setelah aku masuk dunia perkuliahan. Di salah satu Perguruan Tinggi Negeri, tepatnya STAIN Kediri (sekarang IAIN) mengambil Program Studi Ekonomi Islam. Nah pasti anda paham kenapa berhenti, karena "nggak nyambung" serta motivasi untuk mengeksplorasi juga sudah tidak ada (entah mengapa sudah "aman" alias tidak rusak lagi saat masuk kuliah, Aneh...). Kisahku semasa kuliah hanyalah tipe Kupu-Kupu walau kadang juga mampir perpustakaan sekedar mengerjakan tugas. Tapi pada masa pertengahan kuliah aku ikut organisasi hingga pernah menjadi panitia lomba Ekonomi Islam tingkat Jawa Timur. Hal yang sangat mengesankan, karena acara tersebut digelar 1 minggu setelah gunung Kelud Meletus (Februari 2014), sehingga pasir Gunung Kelud masih menghiasi disana-sini. Kisah kuliah berakhir pada tahun 2016, besertaan dengan "tewas"nya komputer tua bangka tersebut setelah selesai "melaksanakan tugasnya" mengerjakan skripsiku. Dramatis memang... komputer itu "mengakhiri hidup"nya dengan spesifikasi yang bisa dikalahkan oleh HP android yang beredar pada masa itu. Spesifikasinya tidak garang amat, hanya terinstall Windows XP dengan RAM DDR1 1GB (dengan harga yang sama anda bisa dapat spesifikasi lebih gila pada DDR seri lainnya) VGA AGP 256bit 512MB (kalau tidak salah ini sudah "mentok") HDD 80GB (jadi ingat.., semua foto yang disimpan di HDD mesti di"kompres" dan film setelah dilihat pasti langsung dihapus XD).

2 tahun dari wisuda, aku telah melalangbuana mengirimkan berkas untuk melamar pekerjaan. Tidak banyak memang yang telah kukirim... soalnya belum mencapai 100 lamaran :D. Mulai loker dari cabang perusahannya ormas yang berakhir sampai "diterima" namun tidak ada kelanjutan "kapan mulai masuk kerja" hingga surat lamaran yang tak berbalas apapun juga dari sang penerima. Namun diantara selang itu aku pernah bekerja di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kab. Kediri sebagai Tim Verifikasi Faktual selama beberapa bulan. Setelah kontrak habis, aku juga mencoba melaksanakan rutinitas seperti biasa (mengirim lamaran XD) dan disertai juga masuk bursa saham (BEI). Pada akhir tahun ini, berawal info dari teman aku mendapatkan akan adanya sebuah pelatihan Digital Marketing di Kecamatan Ngadiluwih Kab. Kediri. Kupikir ini adalah sebuah langkah yang tepat untuk era saat ini yang bahkan dalam hal perekonomian sudah merambah pada hal-hal yang berbau digital. Jual beli online sangat jamak ditemui dimana-mana. Berbagai fitur-fitur kemudahan mulai ditawarkan pengembang dan perusahaan. Serta aturan dari pemerintahan juga dikenalkan dan disosialisasikan. 



Dengan pelatihan yang berupa Web Design, SEO (Search Engine Optimization), Google Ads, FB/Instagram Ads, Copy Writing, dan Costumer Service; pelatihan Digital Marketing ini bernama Kampung Jualan. Adanya Kampung Jualan ini aku melihat, bahwa aku dapat menghidupkan kembali kegiatan mengekplorasi komputer yang telah tersendat beberapa tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan perkembangan akan dunia Digital Marketing sangatlah cepat, dinamis, kompleks serta diharuskan mengikuti zaman. Contoh saja perkembangan jual beli, dahulu orang membutuhkan tempat jualan (dunia nyata) dan barang "ready" untuk berdagang. Bisa melalui jualan di pasar atau toko depan rumah bahkan jualan di depan toko orang. Namun sekarang tidaklah perlu tempat pada dunia nyata. Cukuplah berpegang HP, bahkan barangpun tidak harus "kulakan" anda bisa berdagang.Jika kita tidak jeli dan update akan perkembangan jaman kitalah yang akan dimakan oleh jaman.

Demikianlah akhir dari untaian kata Taufiqur Rohmat sebagai siswa dari Kampung Jualan. Akan ada banyak hal yang akan terjadi di masa yang akan datang, jadi bersiap-siaplah dari sekarang. Semoga dengan adanya ratusan kata yang terbaca menjadikan kita dapat memetik akan manfaat darinya dengan berbagai sudut pandang berbeda dari pembaca.